Catatan Perjalanan Pulau Kei Maluku

Pulau Baer Kei

Perjalananku kali ini adalah menuju Pulau Kei, pulau dengan pantai pasir putih terhalus di dunia! Saking halusnya mirip seperti tepung loh dan tak hanya halus, pemandangannya juga indah banget bikin gamau pulang.

Pantai Ngurbloat
Pantai Ngurbloat, pantai dengan pasir putih terhalus di dunia!
Sumber: Dokumentasi Penulis

Untuk menuju Pulau Kei kamu bisa menggunakan pesawat dari Makassar atau Ambon dengan tujuan Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur dan juga bisa menggunakan Pelni dari Ambon. Aku sendiri lebih memilih menggunakan pesawat dari jakarta untuk menghemat waktu.

Day 1

Setelah kurang lebih 5 jam di pesawat aku akhirnya tiba di Langgu pukul 7 pagi. Sesampainya di bandara aku langsung dijemput dan langsung menuju homestay yang tepat berada di pantai Ngurbloat. Oiya sepanjang jalan di Kei aku tak melihat kendaraan umum sama sekali, jadi kalo kesini mau tak mau harus sewa.

baca juga: backpacker ke ternate

Di Homestay ku ini tak ada sinyal tapi ada wifi jadi jika kamu membutuhkan sinyal bisa muter-muter pantai karena sinyal hanya ada di beberapa titik itu juga hilang-hilangan. Oiya di trip kali ini aku ikut share cost untuk menghemat biaya :p

Jarak bandara ke pantai Ngurbloat sekitar 45 menit dengan kondisi jalan yang bagus. Setelah tiba aku sangat mengantuk efek tak bisa tidur semalam dan malam sebelumnya, jadi total 2 malam tidur tak benar tapi ini bukan waktunya tidur, ini waktunya menikmati Kei!

Cotage Bernadeth
Cotage Bernadeth, harap maklum kalo ada jemuran yang aneh-aneh :p
Sumber: Dokumentasi Penulis
Pantai Ngurbloat
Jalan dikit udah dapet view Pantai Ngurbloat
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah menaruh barang dan sarapan kami langsung menuju Goa Hawang. Perjalanan menuju Goa Hawang tak terlalu jauh, hanya sekitar 30 menit dari homestay, aksesnya juga tak terlalu sulit karena berada tak jauh dari jalan utama.

Goa ini airnya jernih banget deh, bikin pengen nyemplung langsung. Goa Hawang terdapat 2 tapi menurutku yang kedua lebih untuk dinikmati dari atas dan yang pertama lebih bagus untuk freedive. Oiya ati-ati ya airnya dalam dan tetap hormati budaya setempat.

Goa Hawang
Goa Hawang 2
Sumber: Dokumentasi Penulis
Goa Hawang 1
Goa Hawang 1, tak keliatan foto ke dalam guanya karena terlalu gelap
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah menikmati keindahan Goa Hawang kami melanjutkan perjalanan menuju pemdandian Evu yang jaraknya juga tak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit. Pemandian ini merupakan mata air alami yang juga digunakan untuk kebutuhan warga sekitar. Disini kami menikmati pisang goreng sambal khas Indonesia timur.

Pemandian Evu
Pemandian Evu
Sumber: Dokumentasi Penulis

Tujuan selanjutnya adalah Bukit Masbait yang letaknya sekitar 45 menit dari pemandian Evu. Yap namanya juga bukit berarti harus mendaki terlebih dahulu untuk menikmati pemandangan diatas. Tak membutuhkan waktu lama kok tenang saja, hanya sekitar 10 menit kamu sudah bisa sampai diatas. Bukit Masbait sebenarnya adalah tempat ibadah dengan pemandangan yang sangat indah. Tetap jaga sikap ya dan jangan lupa lepas alas kaki kalo sudah diatas.

Bukit Masbait
Tenang jalannya tak terlalu menanjak
Sumber: Dokumentasi Penulis
Bukit Masbait
Tempat pagelaran di jalan menuju puncak bukit
Sumber: Dokumentasi Penulis
Bukit Masbait
Bukit Masbait dengan view laut
Sumber: Dokumentasi Penulis

Tak terasa waktu sudah sore dan cacing di perut sudah mulai bergejolak. Waktunya mencari makan tapi karena masih H+1 lebaran jadi agak susah untuk mencari tempat makan dan setelah berputar-putar akhirnya menemukan tempat makan yang buka di kota. Setelah perut kenyang kami kembali ke homestay untuk beristirahat. Bukannya istirahat kami malah main werewolf sampai tengah malam :p

baca juga: backpacker ke raja ampat

Day 2 dan Day 3

Tujuan di hari kedua kami adalah Ngurtafur, yap pasir timbul dengan panjang sekitar 2km, aku sendiri tak mengukur sih tapi jika nanti kamu mau mengukur silakan :p. Kami menggunakan mobil terlebih dahulu untuk ke dermaga yang jaraknya sekitar 5 menit dari homestay. Setelah semua sampai kami bersiap untuk berangkat menggunakan longboat. Oiya longboat disini tanpa penutup dan pelampung yang ada juga sangat terbatas.

Long Boat ke ngurtafur
Longboat menuju Ngurtafur, abaikan orangnya
Sumber: Dokumentasi Penulis

Ditengah perjalanan kami diselimuti oleh awan mendung dan benar saja tak lama berjalan hujan menghampiri kami. Bahkan sampai di Ngurtafur hujan tak kunjung pergi, aku masih optimis langit cerah akan datang tapi bukannya cerah langit malah bertambah gelap. Sepertinya semesta belum mendukung perjalanan kami ke Ngurtafur. Oiya perjalanan ke Ngurtafur ditempuh selama 1 jam.

Badai di Ngurtafur
Walau badai menerjang harus tetap bahagia!
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah hujan mulai reda dan sudah banyak yang kedinginan akhirnya kami memutuskan untuk kembali. Di perjalanan kembali hujan mulai reda dan kami memutuskan untuk makan siang di Pulau Ohoiew. Setelah makan siang kami bersiap untuk snorkeling tapi baru sebentar berada di laut hujan datang kembali.

Pulau Ohoiew
Numpang makan siang di Pulau Ohoiew
Sumber: Dokumentasi Penulis
Bawah Laut Kei
Bawah Laut Kei
Sumber: daisyjuliaaa

Karena hujan tak kunjung berhenti kami akhirnya kembali ke homestay. Ketika di homestay ternyata cerah! Karena tak mau melewatakan Kei begitu saja kami memilih untuk mengunjungi Pantai Ohoilir dan ternyata disini juga cerah. Sepertinya memang semesta benar-benar tak berpihak kepada kami.

Pantai Ohoilir Kei
Main ayunan di Pantai Ohoilir
Sumber: Dokumentasi Penulis
Goyang Meti Kei
Goyang Meti Kei di Pantai Ohoilir
Sumber: Dokumentasi Penulis

Day 3

Pagi hari ini disambut oleh hujan dan awal gelap yang menyelimuti Kei. Tapi kami tak mau menyerah begitu saja karena Pulau Baer sudah menanti! Untuk menuju Pulau Baer kami harus terlebih dahulu ke Dermaga Dullah Darat yang jaraknya sekitar 45 menit dari homestay.

Sampai di Dullah Darat ternyata masih hujan dan setelah menunggu beberapa saat akhirnya hujan berhenti. Perjalanan ke Pulau Baer dimulai dengan longboat. Longboat menuju Pulau Baer lebih besar dan terdapat atapnya. Di perjalanan hujan kembali turun menemani perjalanan kami sampai di Pulau Baer.

Menuju Pulau Baer
Menuju Pulau Baer
Sumber: Dokumentasi Penulis
Hujan di Pulau Baer
Foto dulu walaupun hujan
Sumber: Dokumentasi Penulis

Kami tak berlama-lama di Pulau Baer karena semesta yang masih belum mendukung dan waktu yang semakin sore. Setelah tak berhasil mendapatkan langit cerah di Ngurtafur dan Pulau Baer kami merencanakan extend satu hari di Kei tapi beberapa orang sudah terlanjut memesan tiket dan tak bisa dibatalkan jadi hanya tersisa beberapa orang saja.

Day 4

Pagi hari ini ternyata cerah! waktunya mengulangi pergi ke Ngurtafur dan Pulau Baer. Kami langsung berangkat menuju dermaga untuk menuju Ngurtafur terlebih dahulu. Ombak juga tenang sekali, sepertinya hari ini semesta mendukung perjalanan kami. Sampai disana matahari bersinar dengan terik dan ada burung pelikan! yap ada segerombolan burung Pelikan yang sedang bermigrasi dan Ngurtafur merupakan rute Pelikan ketika bermigrasi.

Ngurtafur
Akhirnya cerah dan drone bisa terbang di Ngurtafur
Sumber: Dokumentasi Penulis
Burung pelikan di Ngurtafur
Burung pelikan dari kejauhan, maklum tak ada yang bawa lensa tele
Sumber: daisyjuliaaa.blogspot.com
Burung pelikan di Ngurtafur kei
Sudah zoom maksimal tapi cuma pake HP
Sumber: dapuristri

Karena dikejar waktu kami harus kembali ke dermaga untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Baer. Kenapa tak langsung saja? karena kapal disini tak bisa mengantar langsung ke Pulau Baer dan dermaganya juga berbeda. Pukul 2 siang kami baru tiba di Dullah Darat dan langsung naik longboat untuk menuju Pulau Baer.

Longboat ke Pulau Baer
Bersama orang-orang yang tersisa menuju Pulau Baer
Sumber: Dokumentasi Penulis

Perjalanan ke Pulau Baer ditempuh selama 1 jam dan sesampainya disana cuaca cerah! yeay akhirnya! Kami berkeliling Pulau Baer dan mencari spot ala-ala untuk foto, maklum pas datang kemarin belum puas :p. Oiya hati-hari ya karena di beberapa titik terdapat banyak ikan pari.

Pulau Baer
Pulau Baer dari udara
Sumber: Dokumentasi Penulis
Pulau Baer Maluku
Dermaga Pulau Baer
Sumber: Dokumentasi Penulis
Pulau Baer
Jembatan Pulau Baer
Sumber: Dokumentasi Penulis
Pulau Baer
Spot foto gang Pulau Baer
Sumber: Dokumentasi Penulis

Sang mentari yang semakin tenggelam menandakan kami harus segera kemali. Setelah tiba di Dullah Darat kami disambut oleh sunset dengan perpaduan awan yang sangat indah untuk menutup hari ini. Tak sia-sia extend satu hari di Kei ternyata!

Sunset Kei
Sunset Kei
Sumber: Dokumentasi Penulis

Terima Kasih Kei sudah menerimaku selama 4 hari, walaupun masih banyak tempat yang belum dijunjungi. Esok aku sudah harus kembali, eh tapi tak kembali ke Jakarta karena perjalanan masih panjang! Sekali lagi terima kasih Kei dan Backpacker Jakarta yang telah membawaku!

catatan:

Sewa Mobil = 500k/hari

Penginapan Cotage Bernadeth = 350k (ekstra bed 450k)

Longboat Ngurtafur = 1.200k (muat 8-9 orang)

Retribusi Ngurtafur = 200k/kapal

Longboat Pulau Baer = 600k

2 Replies to “Catatan Perjalanan Pulau Kei Maluku”

  1. Boleh minta contact person mobil boat dll disana kak?, makasih sebelumnya

    1. Halo Bang Rudi salam kenal!
      Untuk mobil dan boat bisa kontak ke bang Katon 0812 4704 1101
      Penginapan Cotage Bernadeth 0812 8361 8268
      Semoga perjalanan ke Kei menyenangkan!

Leave a Reply