Catatan Perjalanan Festival Danau Sentani, Keindahan Danau di Timur Indonesia

Bukit Teletubis Danau Sentani

Perjalananku kali ini adalah mengunjungi Jayapura sekaligus datang ke Festival Danau Sentani! Perjalanan di mulai dari Makassar menggunakan pesawat dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam. Baru pada pukul setengah 9 pagi aku mendarat di Jayapura.

Danau Sentani
Danau Sentani
Sumber: Dokumentasi Penulis

Tujuan pertama adalah mencari hotel dengan tarif paling murah tapi bisa untuk rame-rame :p, setelah mencari referensi dan nanya-nanya teman akhirnya pilihan jatuh pada hotel Bayur Indah, bayangin aja ada 6 cowo dan 3 cewe tapi cuma sewa 2 kamar. Jadi satu kamar buat cewe dan satu kamar buat cowo. Kebayang dong 6 orang cowo sekamar tanpa ekstra bed :p

Setelah beristirahat barulah pada pukul setengah 2 siang kami bersiap, eits tapi tujuan pertama adalah menuju perbatasan Indonesia-Papua New Guenie dulu.

Aku baru datang ke Festival Danau Sentani di hari kedua, itu pun juga sore karena sebelumnya aku mengunjungi Danau Love terlebih dahulu. Saat kami tiba acara terlihat sangat ramai dan parkirannya pun cukup padat.

Selamat datang di Festival Danau Sentani
Selamat datang di Festival Danau Sentani
Sumber: Dokumentasi Penulis
Dari parkiran menuju Danau Sentani
Dari parkiran menuju Danau Sentani
Sumber: Dokumentasi Penulis

Dari parkiran menuju danau banyak yang berjualan khas papua mulai dari koteka, topi dari bulu burung Kaswari, lukisan dan masih banyak lagi. Ada juga jasa mengecat wajah dan aku pun tak mau ketinggalan untuk memeriahkan acara dengan mengecat wajah. Tarifnya tak terlalu mahal hanya 10rb rupiah untuk tiga warna.

baca juga: Backpacker ke Raja Ampat

Setelah selesai kami menutuskan untuk menuju panggung utama tapi ternyata sedang tak ada acara, jadi kami memutuskan untuk keliling danau terlebih dahulu dengan perahu. Oiya kelilingnya tak benar-benar dari ujung ke ujung ya karena butuh waktu lama banget karena Danau Sentani sangat luas. Jadi hanya memutari pertengahan dan melihat perkampungan yang tak jauh dari dermaga.

Keliling Danau Sentani
Keliling Danau Sentani
Sumber: Dokumentasi Penulis
Bareng pemain Epen Cupen
Bareng pemain Epen Cupen
Sumber: Dokumentasi Penulis
Wuhu Foto dulu setelah keliling Sentani
Wuhu Foto dulu setelah keliling Sentani
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah keliling Danau Sentani ternyata di panggung sudah ada acara, aku langsung mencari tempat untuk menikmatinya. Ternyata setiap distrik harus menampilkan pertunjukan yang merupakan bagian dari Festival Danau Sentani. Jadi kebayang dong betapa banyaknya pertunjukan yang disajikan karena setiap distrik berbeda.

baca juga: Festival Lembah Baliem

Festival Danau Sentani
Festival Danau Sentani
Sumber: Dokumentasi Penulis
Festival Danau Sentani
Festival Danau Sentani
Sumber: Dokumentasi Penulis
Festival Danau Sentani ketika masih siang belum terlalu ramai
Festival Danau Sentani ketika masih siang belum terlalu ramai
Sumber: Dokumentasi Penulis

Acaranya juga banyak sekali tapi tetapi tetap saja sangat disayangkan karena aku tak mengikuti rangkaian acara dari hari pertama karena waktu yang terbatas. Tak terasa mentari akan segera tenggalam dari bumi bagian Jayapura dan rangkaian acara akan selesai.

Di hari kedua aku berangkat pagi untuk menikmati festival. Ketika tiba sedang dilangsungkan lomba balap perahu tradisional yang diikuti oleh mama mama. Mama mama ini sungguh sangat kuat, kemaren saja ketika naik perahu bermotor di Danau ombaknya terasa sangat kencang apalagi hanya memakai perahu tradisional dan dayung.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12 siang dan perutku sudah keroncongan jadi kami keluar area untuk makan siang terlebih dahulu. Sehabis makan siang aku tak kembali lagi ke area festival karena diajak mengunjungi air terjun di sekitar Jayapura. Setelah dari air terjun aku juga melanjutkan perjalanan ke bukit teletubis untuk menikmati Danau Sentani dari sudut pandang berbeda yang menurutku dari sini sangatlah indah.

Tak terasa senjapun tiba dan aku bersiap untuk kembali ke area untuk menikmati penutupan Festival Danau Sentani. Ternyata mobil sudah tidak bisa masuk ke sekitar area karena sudah sangat penuh! Aku pun harus jalan dari depan jalan utama yang berjarak sekitar 30 menit berjalan kaki untuk bisa sampai di area festival.  Jalan pun sangat berdesak-desakan karena betapa penuhnya dengan lautan manusia.

baca juga: catatan perjalanan pulau kei

Setelah sampai ternyata acara penutupan sangat meriah, aku samapi susah untuk mencari tempat agar terlihat acara utama di panggung. Seperti biasa awal acara diawali dengan basa basi dari pejabat setempat dkk. Setelah itu ada acara musik Papua Original, oh walaupun tak tahu liriknya tapi aku sangat menikmati musiknya (setelah pulang aku mencari musiknya dan jadi sering mendengatkan).

Penutupan Festival Danau Sentani
Penutupan Festival Danau Sentani
Sumber: Dokumentasi Penulis
Penutupan Festival Danau Sentani yang sangat meriah
Penutupan Festival Danau Sentani yang sangat meriah
Sumber: Dokumentasi Penulis

Pokoknya acara penutupannya sangat meriah, tak ada kerusuhan ataupun yang lainnya. Menurutku semuanya tertib, aman, dan terkendali. Jadi menurutku kamu wajib menghadiri Festival Danau Sentani sekali seumur hidupmu! :p

Catatan:

  • Naik perahu keliling danau = 100k/perahu
  • Sewa mobil = 600k/hari (pak Eka 0852 5453 4019)
  • Masuk Festival Danau Sentani = Gratis

Leave a Reply