Catatan Perjalanan Bulukumba, Tanjung Bira yang Mempesona

Bulukumba

Langkah kaki kali ini menginjakan kaki di Bulukumba, tepatnya di Tanjung Bira. Aku memulai perjalanan dari Kota Makassar.

Dari Makassar aku menggunakan BMA Travel menuju Bulukumba. Perjalanan menuju Bulukumba ditempuh sekitar 4.5 jam. Setelah sampai di Bulukumba sudah tak ada lagi angkot karena aku sampe sudah terlalu sore, sekitar pukul 3. Angkot menuju Tanjung Bira hanya ada sampai jam 1 siang ternyata.

Oiya untuk menuju ke Tanjung Bira ada beberapa alternatif seperti menggunakan travel avanza dan bus yang menuju Selayar.

Akhirnya aku naik mobil travel terakhir yang menuju Tanjung Bira. Perjalanan menuju Tanjung Bira ditempuh sekitar satu jam dan diantar langsung sampai ke penginapan.


Hola Tanjung Bira

Disini Aku menginap di Marella Sunrise Bira dengan view laut, memang hanya menggunakan kipas tapi view yang ditawarkan memanjakan mata buatku.

Marella Sunrise Bira
Depan penginapan
Sumber: Dokumentasi Penulis
Depan penginapan
Sumber: Dokumentasi Penulis

Hari Kedua

Sekitar pukul 8 pagi aku berangkat, oiya aku menyewa motor di penginapan. Tujuan pertama adalah menuju Pantai Bira tapi ketika sampai ternyata pantainya sedang surut dan akhirnya aku segera berangkat menuju pantai lainnya yaitu Pantai Bara.

baca juga: Catatan Perjalanan Misool

Sebenarnya Bira dan Bara masih satu garis pantai yang sama tapi untuk menuju kesana dibutuhkan waktu sekitar 15 menit. Pantai Bara memang surut tapi tak terlalu terlihat seperti Bira.

Pantai Bara
Pantai Bara
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah menikmati Pantai Bara aku melanjutkan perjalanan ke Pantai Marumasa. Di perjalanan aku banyak melewati rumah khas sulawesi, di Makassar aku sudah jarak sekali melihat rumah khas tersebut.

Selanjutnya aku melanjutkan perjalanan ke Pantai Apparalang yang jaraknya sekitar 20 menit. Jalan menuju Apparalang tak terlalu bagus jadi pastikan ban kendaraanmu tak botak karena aku tak melihat tukang tambal di sepanjang jalan.

Sebenarnya aku tak melihat pantainya sih disini, mungkin lebih tepatnya tebing dengan pemandangan yang sangat indah. Gradasi warna serta tebing yang sangat memanjakan mata menurutku.

Oiya disini kamu bisa loncat loh dengan ketinggian sekitar 8 meter tapi aku tak mencobanya sih cukup jadi pilot drone saja untuk mengabadikan temanku yang loncat.

Pantai Apparalang
Tebing Apparalang
Sumber: Dokumentasi Penulis
Pantai Apparalang
Tebing Apparalang
Sumber: Dokumentasi Penulis
Pantai Apparalang
Hola Apparalang!
Sumber: Dokumentasi Penulis

Tak terasa waktu cepat sekali berlalu, aku harus melanjutkan perjalanan ke Pantai Mandala Ria. Lokasinya tak terlalu jauh tapi kondisi jalannya cukup hancur.

baca juga: Catatan Perjalanan Banda Naira

Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit akhirnya aku sampai di Mandala Ria. Oh sungguh indah sekali pantainya dengan pasir putih memanjang yang halus.

Oiya di Mandala Ria kamu juga bisa melihat langsung pembuatan Pinisi loh, ketika aku lewat sedang berlangsung beberapa pembuatan Pinisi tapi pembuatannya hanya menerima pesanan orang lokal saja.

Tempat pembuatan Pinisi
Sumber: Dokumentasi Penulis
Mandala Ria
View Mandala Ria dari Drone
Sumber: Dokumentasi Penulis
Pantai Mandala Ria
Sumber: Dokumentasi Penulis
Pantai Mandala Ria
Instagramable banget deh!
Sumber: Dokumentasi Penulis
Pantai Mandala Ria
Cantik banget deh pokoknya
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah itu aku melanjutkan perjalanan ke Pantai Lemo-lemo yang jaraknya sekitar 15 menit dari Mandala Ria. Pantai Lemo-lemo masih satu garis dengan Mandala Ria yang mempunyai pemandangan tak jauh berbeda menurutku. Di pantai ini pasirnya halus banget loh menurutku, jadi kamu harus mencoba merasakan berjalan diatasnya tanpa alas kaki ya.

Setelah dari Lemo-lemo aku pergi ke pantai lainnya yaitu Pantai Samboang. Jaraknya sekitar 30 menit untuk sampai kesana. Aksesnya cukup bagus hanya saja tak ada petunjuk arah ketika masuk ke jalan pantainya.

Tepat sebelum sampai pantai terdapat portal penjagaan yang berarti sudah sampai, aku tak lama di Samboang karena ingin menikmati sang surya terbenam di Bira.

Pantai Bira
Pantai Bira
Sumber: Dokumentasi Penulis

Perjalanan menuju bira dari sini ditempuh sekitar 45 menit. Ketika sampai di Bira semesta belum bersahabat untuk melihat sang surya terbenam. Jadi kami mengakhiri hari ini di Bira dan langsung mengisi perut.

Hari Ketiga

Tak terasa ini hari terakhirku di Tanjung Bira. Tapi sebelum kembali aku menyempatkan menikmati penginapan sekaligus mengunjungi titik 0 Bira yang belum rampung. Tempatnya indah ini berada di ujung tapi sayang akses jalannya masih berupa batu, semoga bisa cepat diselesaikan.

baca juga: Catatan Perjalanan Kawah Ijen

Setelah itu aku harus segera kembali ke penginapan karena jam 10 pagi nanti aku harus kembali ke Makassar untuk mengajar pesawat ke Sorong untuk menikmati Misool.

Oiya di perjalanan menuju Makassar aku menggunakan travel avanza yang dijemput langsung ke penginapan dan sampai ke kota Makassar. Menurutku lebih rekomendasi naik ini sih jadi tak usah ganti mobil lagi dan lebih murah tentunya :p

Nah itulah perjalananku selama di Tanjung Bira, Semoga perjalananmu ke Tanjung Bira menyenangkan. Selamat berlibur!

Catatan

  • BMA Travel = 110k/orang
  • Travel Bulukumba-Tanjung Bira Pak Mudin 085234965387 = 200k/mobil
  • Marella Sunrise Bira = 300k/malam
  • Sewa motor = 100k/hari
  • Tiket Masuk Pantai Bira = 15k/orang
  • Tiket Masuk Apparalang = 10k/orang
  • Tiket Masuk Samboang = 5k/orang
  • Travel Tanjung Bira-Makassar Bang Sam 085342724442 = 100k

 

2 Replies to “Catatan Perjalanan Bulukumba, Tanjung Bira yang Mempesona”

  1. Terima kasih sudah membuat postingan ini, bisa sebagai rujukan saya untuk trip ke tanjung bira, sehat selalu ya supaya bisa posting seperti ini kedepannya,

    Salam.

    1. Hola kak Rangga, samasama kak dan semoga tripnya ke tanjung bira menyenangkan dan sesuai harapan.

Leave a Reply