Catatan Perjalanan Belitung 4 Hari 3 Malam

Sekolah replika laskar pelangi

Akhirnya hari jumat telah tiba saatnya mengunjungi negeri laskar pelangi, yaitu Belitung. Pulau yang kaya akan timahnya dan keramahannya itu merupakan tempat syuting film Laskar Pelangi yang terkenal itu loh. Kalo belum nonton filmnya wajib banget nonton ya karena banyak banget pelajaran yang bisa didapat dari film tersebut.

Sekitar pukul 14.30 aku tiba di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin. Aku langsung menuju parkiran karena motor yang aku sewa di Belitung sudah menunggu di parkiran. Buatmu yang jalan sendirian sewa motor adalah salah satu pilihan karena tak ada kendaraan umum di Belitung. Setelah mengecek kondisi motor aku langsung berangkat menuju kota Tanjung Pandan. Perjalanan menuju kota hanya sekitar 20 menitan tetapi karena di jalan cacing di dalam perut sudah tak dapat diajak berdamai aku berhenti sejenak untuk mengisi perut. Oiya tak banyak tempat makan dari bandara menuju kota, tetapi ketika mendekati kota mulai banyak yang berjualan.

Sampai di Tanjung Pandan aku langsung check in ke hotel, eits tapi bukan hotel sih lebih tepatnya penginapan (maklum backpacker dapat vocer gratisan ya harus dimanfaatkan :p). Setelah istirahat sejenak aku langsung berangkat menuju Pantai Tanjung Pendam yang letaknya tak terlalu jauh dari kota, hanya 5 menit naik motor. Pantai ini cukup ramai dan banyak sekali tempat nongkrong ala cafe muda mudi. Cuaca yang sedang kurang bersahabat membuat sunset tak terlihat jelas karena tertutup awan.

Pantai Tanjung Pendam
Pantai Tanjung Pendam
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah mentari terbenam aku menikmati wisata kuliner yang berada dekat bundaran kota, aku memilih angkirangan yang tepat berada di depan kopi Kong Djie karena menurut temanku rasanya enak. Malam semakin larut dan mata sudah ingin dipejamkan waktunya untuk kembali ke penginapan.

Day 2

Pagi hari aku sudah terbangun dan bersiap menuju Pantai Tanjung Kelayang. Pukul 07.30 aku berangkat dengan menyusuri jalanan belitong yang sangat sepi, tak ada macet sama sekali disini! udaranya juga sangat segar, aku sangat menikmati perjalanan.

Perjalanan menuju Pantai Tanjung Kelayang
Perjalanan menuju Pantai Tanjung Kelayang
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah menikmati perjalanan selama 30 menit akhirnya aku sampai Pantai Tanjung Kelayang. Ketika sampai aku digoda oleh harumnya Indomie di warung tempatku memarkirkan motor, karena tak kuat dengan godaannya aku memutuskan untuk makan Indomie terlebih dahulu.

Setelah itu aku menikmati suasana pantai dengan membaca buku sambil menunggu kapal untuk menyebarang ke Pulau Lengkuas. Pantai disini seperti bebarapa pantai lain di Belitong yang mempunya ciri khas batu besar.

Pantai Tanjung Kelayang
Pantai Tanjung Kelayang
Sumber: Dokumentasi Penulis

Tak lama aku dipanggil oleh abang kapal karena kapal telah siap untuk menyeberang ke Pulau Lengkuas. Perjalana ke pulau ditempuh sekitar 30 menit. Oiya untuk menyebrang biaya sewanya per kapal, jadi semakin banyak orang akan semakin murah, aku sendiri bergabung dengan rombongan sekeluarga untuk menghemat biaya. Aku juga tak snorkeling karena angin yang sangat kencang dan ombak yang cukup tinggi.

Kejadian yang tak aku inginkan terjadi disini, baterai kameraku habis dan cadangannya tertinggal di penginapan. Tak hanya itu HP ku juga mati! ah ya sudahlah nikmati saja tanpa berfoto. Oiya di Pulau Lengkuas sudah tak dapat naik menara sampai ke puncak, sekarang dibatasi hanya sampai lantai 3 saja. Setelah aku mengobrol dengan penjaganya ternyata karena banyak pungutan liar jadi sekarang dibatasi.

Sekitar pukul 12 siang aku kembali ke Tanjung Kelayang dengan diterpa angin yang sangat kencang. Setelah sampai aku segera melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung Tinggi. Jaraknya tak terlalu jauh, sekitar 15 menit perjalanan aku sudah sampai.

Oiya pantai Tanjung Tinggi merupakan tempatsyuting film Laskar Pelangi loh, pantainya sangat indah dengan hamparan pasir putih dan batu besar khas Belitong. Aku cukup lama berada di pantai ini sambil menikmati kata demi kata di bukuku. Menjelang senja aku kembali ke kota karena ingin mengunjungi rumah adat Belitung di kota.

Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Sampai di rumah adat Belitung tak ada penjaga dan sepi sama sekali, keadaan rumah tertutup dan aku hanya dapat menikmatinya dari luar saja. Mungkin karena dateng kesorean.

Rumah Adat Belitung
Rumah Adat Belitung
Sumber: Dokumentasi Penulis

Malam harinya aku menyeruput kopi Kong Djie bersama teman yang sekarang ditugaskan di Belitung. Oiya kopi ini sudah ada sebelum Indonesia merdeka loh, tepatnya tahun 1943! Aku memasan kopi O yang merupakan khas Belitong, tak afdol rasanya ke Belitong jika tak menyeruput kopi.

Day 3

Tujuanku hari ini adalah ke Belitung Timur. Karena jarak yang cukup jauh pukul 07.00 aku sudah berangkat. Sebelum menuju Belitung Timur aku singgah terlebih dahulu ke Danau Kaolin karena memang satu arah. Jaraknya dari kota tak sampai 15 menit. Danau ini merupakan bekas tambang yang ditinggalkan kemudian terbentuklah seperti sekarang ini

Danau Kaolin
Danau Kaolin
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam akhirnya aku sampai juga di replika sekolah laskar pelangi. Sekolah ini dibuat semirip mungkin sewaktu dipakai syuting film yang diresmikan tahun 2010.

Replika sekolah Laskar Pelangi
Replika sekolah Laskar Pelangi
Sumber: Dokumentasi Penulis
Dalam Sekolah replika laskar pelangi
Dalam Sekolah replika laskar pelangi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah itu aku melanjutkan perjalanan ke Rumah Keong yang tepat berada di depan replika sekolah laskar pelangi

Rumah Keong
Rumah Keong
Sumber: Dokumentasi Penulis
Danau Rumah Keong
Danau Rumah Keong
Sumber: Dokumentasi Penulis

Panas yang amat menyengat ditambah sun block ku yang tertinggal di pantai membuat kulit terasa terbakar tetapi aku harus melanjutkan perjalanan menuju Museum Kata Andrea Hirata. Letaknya tak jauh dari replika sekolah laskar pelangi, sekitar 10 menit. Oiya kamu harus membeli buku saku laskar pelangi untuk masuk kedalam Museum.

Pokoknya menurutku wajib masuk kesana, kata per kata dibuat seindah mungkin. Membuat kamu berimajinasi ke dalam ruang-ruang yang tersedia.

Museum Kata Andre Hirata tanpak samping
Museum Kata Andre Hirata tanpak samping
Sumber: Dokumentasi Penulis
Museum Kata Andre Hirata 2
Museum Kata Andre Hirata 2
Sumber: Dokumentasi Penulis
Museum Kata Andre Hirata
Museum Kata Andre Hirata
Sumber: Dokumentasi Penulis
Museum Kata Andre Hirata
Museum Kata Andre Hirata
Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah puas menikmati museum aku berangkat menuju kota 1001 warung kopi, yaitu Manggar! Perjalanan ditempuh selama 30 menit saja untuk tiba di kota warung kopi tersebut. Sesampainya disana aku menikmati seruputan kopi demi kopi. Tak afdol rasanya kalo ke Belitong tak menikmati kopi Manggar!

Manggar kota 1001 warung kopi
Manggar kota 1001 warung kopi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Waktu semakin sore dan aku harus kembali ke Tanjung Pandan. Perjalanan dari Manggar ke Tanjung Pandan sekitar 1,5 jam lebih. Oiya jalanan di Belitong sangat bagus, jarang sekali terdapat lobang.

Aku tiba di Tanjung Pandan setelah sang surya tenggelam dan langsung menuju Mie Atep. Salah satu mie khas belitong yang sudah sangat terkenal. Walaupun sudah pernah makan di cabang Jakarta ternyata rasanya berbeda. Mie Atep yang berada di Belitong lebih enak menurutku. Pokoknya kalo kamu ke Belitong wajib coba mie ini ya!

Day 4

Ini merupakan hari terakhirku di Belitong. Aku masih punya satu tujuan, yaitu Bukit Peramun. Sebelum berangkat aku ingin sarapan dengan mie ayam taman yang menurut temanku patut dicoba. Setelah mencobanya benar saja rasanya begitu nikmat, kuah yang kental ditambah hati ayam membuat perpaduan yang sangat nikmat di lidah! Aku sampai nambah sekali karena rasanya yang memanjakan lidah dan masih kelaparan juga sih :p

Setelah menikmati mie ayam taman aku segera berangkat, perjalanan menuju Bukit Peramun sekitar 30 menit. Nah untuk Bukit Peramun aku akan tulis di part yang berbeda. Setelah dari Bukit Peramun aku langsung menuju Bandara karena aku mengambil penerbangan siang hari.

Itulah cerita perjalananku 4 hari di negeri laskar pelangi, jika ingin bertanya silakan komen atau bisa hubungi aku langsung. Semoga perjalananmu di Belitong menyenangkan, selamat berlibur!

Catatan:

  • Masuk pantai Tanjung Pendam 2rb
  • Sewa motor 65rb, jika antar jemput ke bandara +60rb
  • Kontak sewa motor: +62 817 116 693
  • Penginapan Sriwijaya harga mulai dari 100rb
  • Sewa kapal nyebrang pulau Lengkuas dan sekitarnya 400-500rb/kapal (muat 10-15 orang)
  • Rumah keong 5rb
  • Buku saku laskar pelangi 50rb
  • Bukit Peramun 10rb

Leave a Reply