Catatan Perjalanan Baluran, Afrika di Pulau Jawa

Baluran

Perjalanan kali ini aku akan mengunjungi Afrikanya pulau jawa, yap baluran salah satu taman nasional yang berada di ujung timur Pulau Jawa. Baluran menjadi salah satu Taman Nasional yang cukup unik menurutku karena savananya mirip seperti di Afrika.

Sekitar pukul 8 pagi aku tiba di Bandara Banyuwangi dan langsung menuju ke luar untuk segera bertemu temanku. Perjalanan kali ini aku pergi bertiga untuk menjelajah tanah Banyuwangi. Setelah tiba kami langsung menuju kota yang jaraknya tak terlalu jauh, hanya sekitar 30 menit.

Setelah sampai kota kami langsung menuju tempat sewa motor dan sarapan. Setelah semua selesai kami langsung berangkat menuju Baluran. Perjalanan dari kota menuju pintu gerbang Baluran ditempuh sekitar 1,5 jam.

Jalan menuju ke Baluran tak terlalu sulit, tinggal mengikuti saja jalan utama Pulau Jawa kamu akan sampai di pintu gerbang Taman Nasional Baluran. Nah dari pintu gerbang Baluran kamu harus masuk ke dalam lagi untuk menuju spot-spot yang ada di Baluran. Oiya sebelum masuk beli tiket dulu ya.

Salah satu spot yang sangat ingin aku kunjungi adalah Savana Bekol eits tapi sebelum kesana aku melewati Evergreen terlebih dahulu. Evergreen adalah tempat dimana ketika semuanya menguning tempat ini selalu hijau.

baca juga: Film Perjalanan Yang Harus Ditonton Traveler

Setelah bermotor sekitar 30 menit aku sampai di Savana Bekol. Yeay! akhirnya sampai juga. Tempatnya sangat indah menurutku. Memanjakan mata banget deh untuk pemandangan savana. Ada banyak sekali spot untuk menikmati savana ini.

Menuju Savana Bekol
Menuju Savana Bekol
Sumber: Dokumentasi Penulis
Savana Bekol
Savana Bekol
Sumber: Dokumentasi Penulis
Savana Bekol
Savana Bekol
Sumber: difotoin @danielyosep
Savana Bekol
Savana Bekol
Sumber: Dokumentasi Penulis

Oiya di Savana Bekol juga terdapat warung yang berjualan indomie dan es. Oh sungguh nikmat menikmati es di tengah terik matahari yang sangat menyengat. Oiya jangan lupa bawa masker pokoknya karena jalannya bukan aspal tapi beruba batu-batu gitu jadi berdebu sekali.

Saranku juga cari penginapan terlebih dahulu untuk menaruh barang-barang jadi ngga usah dibawa-bawa dan ikut berdebu deh, maklum jalan-jalan tanpa persiapan yang penting berangkat :p

Oiya harus hati-hati banget deh disini pokoknya karena banyak sekali monyet. Monyet disini berani sama manusia dan sering ngambil barang bawaan kita. Aku yang menaru permen di selipan motor aja diambil dan ketika sedang menikmati indomie botol minum yang berada di samping tas diambil, padahal tasnya berada sampingku. Nyet kita kan sodara kok kau mengambil botol minumku sih :p

baca juga: Catatan Perjalanan Derawan, Kepulauan Cantik Nan Mempesona

Setelah puas mengisi perut serta menghilangkan dahaga aku berangkat menuju Pantai Bama yang letaknya tak terlalu jauh, hanya sekitar 10 menit aku sudah sampai. Ketika aku kesini pantainya sedang surut jadi tak terlalu bagus dan aku hanya beristirahat menikmati monyet-monyet yang bermain di Pantai.

Tak mau kemalaman karena belum mencari penginapan aku segera kembali ke kota. Sebelum meninggalkan Baluran aku melihat ada seorang yang sedang merekam di pinggir jalan dan ketika aku bertanya dia melihat anak harimau tapi ketika aku melihatnya sudah tak ada, mungkin sudah pergi karena bunyi kendaraanku.

Baluran
Baluran
Sumber: Dokumentasi Penulis

Selama perjalanan aku melihat banyak hewan dan pohon yang tak pernah kulihat sebelumnya, memang Baluran terkenal sangat unik dengan menyimpan berbagai flora dan fauna.

baca juga: Catatan Perjalanan Sumba, Seisi Pulau yang Mempesona

Oiya sebelum ke penginapan aku berburu rujak soto terlebih dahulu karena Banyuwangi terkenal akan rujak sotonya. Banyak sekali tempat rujak soto yang rasanya sangat memanjakan mata di kota. Jadi jangan lupa ya untuk menikmantinya. Selamat menikmati Baluran!

Setelah dari Baluran esok harinya aku siap untuk menikmati keindahan timur Pulau Jawa lainnya, yaitu Kawah Ijen!

Catatan

  • Taksi Bandara-Kota: 100k
  • Tiket masuk 7.5k
  • Sewa Motor: Sunrise Tour, aku tak menyarankan karena sangat tak ramah dan kunci motornya sudah dol yang kemudian jatuh, ketika aku pulang tak ada kunci cadangan dan aku harus menggantinya satu set rumah kunci motornya. Lebih baik cari dekat stasiun karena sangat banyak.

Leave a Reply