9 Tips Untuk Kamu yang Akan Pergi Berkunjung ke Wae Rebo

Wae Rebo

Kampung adat Wae Rebo memang sangat menarik untuk dikunjungi. Mbaru Niang yang merupakan tempat tinggal orang Wae Rebo sangat menarik perhatian banyak orang. Tak hanya wisatawan lokal saja yang berkunjung tapi wisatawan mancanegara juga banyak sekali yang berkunjung kesini. Bahkan ketika melihat buku tamu pengunjung didominasi oleh wisatawan mancanegara.

Memang tak dapat dipungkiri Wae Rebo lebih terkenal di mancanegara ketimbang di negerinya sendiri. Di Indonesia nama Wae Rebo baru terdengar ketika mendapat penghargaan dari UNESCO pada 2012. Mbaru Niang terdiri dari lima tingkat dan setiap tingkatnya mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Wae Rebo sendiri  berada di ketinggian 1100 mdpl.

1. Perhitungkan Waktu, Transportasi dan Penginapan

waktu
waktu
Sumber: conaxe.com

Jika mempunyai waktu yang panjang tentu tak jadi masalah tapi jika hanya mempunyai waktu yang terbatas kamu haruslah memperhitungkannya secara matang, apalagi jika sudah memesan tiket pulang tentu tak mau ketinggalan kan? Perjalanan ke Wae Rebo dari Labuan Bajo memerlukan waktu sekitar 8 – 11 jam, begini cara ke Wae Rebo

Selain itu kamu juga harus memperhatikan transportasi yang akan digunakan. Transportasi umum di Flores tak sebanyak di Jawa. Tak banyak pilihan selain menyewa kendaraan, naik travel, atau memakai paket wisata.

Ketika sampai di desa Denge apakah akan melanjutkan perjalanan menuju Wae Rebo langsung atau menginap terlebih dahulu? Perjalan dari Denge menuju Wae Rebo masih sekitar 3 – 4 jam. Tak banyak pilihan penginapan yang terdapat di Denge tapi tenang warga manggarai sangat baik dan ramah, kamu akan dibimbing ke tempat penginapan.

2. Persiapan Fisik

jogging
jogging
Sumber: micpublishing.co.id

Banyak orang yang menganggap remah persiapan fisik. Saat menuju Wae Rebo kamu diharuskan untuk berjalan kaki menanjak di dalam hutan yang cukup lebat sekitar 2 – 4 jam. Tentu perjalanan yang cukup lama jika kamu tak terbiasa hiking.

Hal tersebut juga akan menguras tenaga kita. Dianjurkan untuk lari pagi dua sampai tiga minggu sebelum tanggal keberangkatan untuk melatih fisikmu. Pastikan juga sebelum memulai perjalanan keadaan fisikmu dalam keadaan sehat dan prima.

3. Bawa Uang Cash

uang
uang
Sumber: cdn.tmpo.co

Ambilah uang cash di Labuan Bajo karena perjalanan menuju Wae Rebo sangatlah sulit menemukan ATM. Memang terdapat ATM di Ruteng tapi ketika aku kesana ternyata uang di ATM habis. Tentu kamu tak ingin kembali lagi ke Labuan Bajo kan hanya untuk mengambil uang cash.

baca juga: catatan perjalanan baduy dalam

Bawa juga uang lebih untuk jaga-jaga jika ada sesuatu yang tak diinginkan dijalan. Biaya menginap di Mbaru Niang satu malam adalah Rp 325.000 untuk wisatawan lokal atau mancanegara dan itu semua sudah termasuk makan, kopi, teh, alas tidur, dan selimut. Memang terdengar mahal tapi itu semua tak sebanding dengan apa yang akan kamu dapat nanti!

4. Ransel yang Kuat dan Mempunyai Rain Cover

Tas dengan rain cover
tas dengan rain cover
Sumber: ospreyeurope.com

Ransel yang kuat merupakan salah satu peralatan wajib dibawa saat perjalanan menuju Wae Rebo. Perjalanan dari pos 1 hanyalah jalan setapak yang memasuki hutan dimana kita harus berjalan kaki untuk sampai ke Wae Rebo.

Tentu tak mungkin jika membawa koper dengan jalan tanah di dalam hutan. Bawalah sejenis tas gunung yang kuat serta mempunyai rain cover untuk berjaga-jaga jika terjadi hujan untuk melindungi perlengkapan serta pakaianmu yang ada di rasel.

Untuk kamu yang akan melanjutkan perjalanan lagi atau telah melakukan perjalanan tentu barang bawaanmu sangat banyak, ada baiknya titipkan saja di penginapan yang berada di desa Denge jika kamu sebelumnya menginap terlebih dahulu. Jika kamu menggunakan paket wisata tentu titipkanlah yang tak diperlukan. Ingat bawalah barang yang diperlukan saja tanpa mengurangi faktor keamanan.

5. Sepatu

sepatu hiking
sepatu hiking
Sumber: lystit.com

Medan yang harus ditempuh untuk menuju Wae Rebo adalah jalan tanah yang masuk ke dalam hutan. Pakailah sepatu gunung karena mempunyai daya cengkram terhadap tanah sehingga tak menjadi licin ketika berjalan. Aku menyarankan tak menggunakan sandal apalagi sandal jepit karena akan sangat licin dengan jalan tanah. Pakai juga kaos kaki karena dibeberapa titik jalur hutan terdapat pacet walaupun tidak banyak.

6. Pakaian yang hangat dan Sopan

Jaket
pakaian sopan
Sumber: blue-tomato.com

Wae Rebo berada di ketinggian kurang lebih 1100 mdpl. Tentu dengan ketinggian tersebut udara akan terasa dingin apalagi ketika malam tiba. Bawalah jaket hangat yang akan melindungimu dari dinginnya Wae Rebo. Bawa juga kaos kaki cadangan untuk dipakai ketika tidur.

Jika kamu ingin membawa Sleeping Bag juga boleh tapi di Mbaru Niang tempat kita menginap sudah disiapakan alas tidur dan selimut yang cukup hangat. Gunakanlah pakaian yang sopan jangan samapi warga Wae Rebo menjadi risih karena pakaianmu dan kemudian mendapatkan teguran dari warga.

baca juga catatan perjalanan gunung kelimutu

Bersikap sopanlah terhadap warga Wae Rebo karena disana kita datang untuk berkunjung sebagai tamu. Jika ingin memfoto warga mintalah izin terlebih dahulu karena tak semua warga ingin di foto.

7. Makan dan Minum Terlebih Dahulu

makan nasi
makan
Sumber: 1.bp.blogspot.com

Sebelum memulai perjalan sebaiknya kamu makan terlebih dahulu di Denge karena nantinya sepanjang jalan menuju Wae Rebo sudah tak ada yang berjualan lagi. Tak banyak pilihan makanan yang dijual di Denge tapi pastikan kamu makan terlebih dahulu ya.

Setelah makan juga berilah waktu jeda sebelum kamu memulai perjalanan. Bawa juga air secukupnya dan jangan berlebihan karena nanti di perjalanan terdapat beberapa sungai kecil yang dapat kamu minum airnya.

Jika kamu tak terbiasa dan takut sakit meminum air yang tedapat di sungai kecil atau mata air langsung tak apa-apa  karena air tersebut sangatlah segar dan bersih untuk diminum. sugestikan dirimu untuk tak akan kenapa-kenapa miminum air tersebut.

8. Bawalah Buku Untuk Disumbangkan

Buku
buku
Sumber: liputan6.com

Tak seperti kita yang sudah dapat berbahasa Indonesia dengan lancer, anak-anak Wae Rebo masih jarang yang dapat berbahasa Indonesia karena keseharian anak-anak Wae Rebo yang menggunakan bahasa Manggarai.

Tak ada sekolah di Wae Rebo tapi ketika anak memasuki usia sekolah akan meninggalkan kampung utuk bersekolah di desa Denge. Terdapat juga himbauan untuk tidak memberikan apapun ke anak-anak untuk menghindari anak-anak dikemudian hari mempunyai mental minta-minta.

Nah buku merupakan sumber pengetahuan jadi bawalah setidaknya satu buku untuk disumbangkan ke perpustakaan yang terdapat di Wae Rebo. Jika nanti perpustakaan sedang tutup dan kamu kebingungan untuk memberikan kepada siapa, berikan saja kepada yang mempunyai rumah tempatmu menginap.

9. Ikuti Upacara Adat Terlebih Dahulu

Upacara adat penti
Upacara adat penti
Sumber: detik.com

Setelah sampai di kampung Wae Rebo kamu harus melaksanakan upacara adat terlebih dahulu di Mbaru Niang utama. Mbaru Niang utama merupakan tempat tinggal beberapa keluarga serta kepala suku dan juga merupakan tempat kegiatan budaya dilangsungkan.

Upacara adat tak berlangsung lama hanya sekitar 10 – 15 menit. Ketika upacara adat kamu juga harus memberikan sumbangan secara sukarela. Nah ketika upacara adat selesai kamu telah sah menjadi warga Wae Rebo untuk sementara waktu.

Kamu juga dapat berkeliling dan menikmati kopi Wae Rebo yang disuguhkan di Mbaru Niang temaptmu akan melepaskan lelah ketika malam tiba. Selamat menikmati keindahan Wae Rebo dan Selamat menikmati Kopi Wae Rebo yang merupakan kopi terbaik dikelasnya! Semoga perjalananmu menyenangkan!

Leave a Reply