7 Tips Mendaki Gunung Rinjani Untuk Pemula

Pendaki gunung mana sih yang tak mengenal gunung Rinjani? Rinjani menawarkan keindahan yang dapat membuatmu berdecak kagum akan indahnya alam Indonesia. Bukan hanya pendaki yang berasal dari Indonesia tapi pendaki dari mancanegara pun berkunjung untuk menyaksikan secara langsung keindahan alam Rinjani.

Bahkan di beberapa bulan lebih banyak pendaki mancanegara yang mendaki ketimbang pendaki Indonesia. Eits tapi Rinjani bukanlah gunung yang dapat didaki dengan 1 atau 2 hari loh, membutuhkan 3-5 hari untuk mendaki Rinjani. Oleh karena itu kamu harus mempunyai persiapan yang matang jika ingin mendaki Rinjani.

Nah aku akan memberikan beberapa tips bagi kamu yang akan mendaki Rinjani.

1. Persiapan Fisik

lari
Jogging
Sumber: Reps-id.com

Jangan anggap remah persiapan fisik. Hal tersebut sangatlah penting untuk keberhasilan sebuah pendakian. Rinjani merupkan gunung yang mempunyai jalur pendakian yang cukup panjang, menguras mental, dan fisik.

Persiapan fisik yang matang merupakan salah satu bekal utama bagi pendaki gunung. Banyak sekali olahraga yang dianjurkan untuk melatih stamina seperti jogging, renang, dan bersepeda.

2. Ketahui Betul Kondisi Medan

Bukit Penyesalan
Bukit Penyesalan
Sumber: dokumentasi pribadi

Sebelum mendaki ada baiknya pelajari terlebih dahulu medan Rinjani sehingga mengetahui secara detail karakteristik Rinjani. Salah satunya adalah sumber air. seperti dimana saja sumber air dapat ditemukan.

Jika kamu naik lewat jalur Sembalun dan turun Senaru, sumber air dapat ditemukan di pos 2 Sembalun, pos 3 Sembalun (hanyalah berupa rembesan terkadang kering di musim kemarau), Plawangan Sembalun, danau Segara Anak, Kemudian Pos 2 Senaru. Setelah mengetahui dimana saja sumber air berada, perhitungkan seberapa banyak air yang akan dibawa dari sumber air satu ke sumber air lainnya.

Selanjutnya tempat camping, dimana saja kamu dapat bermalam. Salah satu contoh jika naik lewat jalur Sembalun dan turun Senaru kamu dapat bermalam di pos 2 atau pos 3  Sembalun, Plawangan Sembalun, dan Danau Segera Anak. Memang kamu dapat camping di Plawangan Senaru tapi tempat disana tak terlalu luas dan juga tak terdapat sumber air.

Ketahui juga bagaimana kondisi jalur yang akan dilalui. Seperti kondisi jalur dari basecamp Sembalun – Pos 3 yang mempunyai medan tak terlalu menanjak dan berupa savana. Pos 3 Sembalun – Plawangan Sembalun mempunyai medan menanjak dan berdebu. Jika kamu mendaki musim kemarau sebaiknya persiapkan masker dan bawalah air lebih karena kondisi jalur yang sangat panas akan membuatmu cepat haus dan lelah.

Jalur Plawangan Sembalun – Puncak berupa pasir labil yang akan bergeser ketika diinjak. Disarankan kamu menuju puncak jam 1 malam jika ingin mendapatkan pemandangan sunrise di puncak Anjani dan tak sampai siang di perjalanan menuju puncak karena terik matahari semakin membuatmu lelah.

Tidurlah dari jam 7 malam agar mempunyai kondisi fisik prima dan tak mengantuk saat perjalanan menuju puncak. Bawa juga cemilan dan air minum sendiri, jangan menitipkanya di orang lain karena kecepatan berjalan setiap orang berbeda-beda. Jika kondisi tak memungkinkan untuk mencapai puncak bersabarlah karena gunung bukalah hanya soal mencapai puncak dan Rinjani tak akan pergi kemana mana!

Jalur Plawangan Sembalun – Danau Segera Anak berbatu serta menurun cukup terjal yang kemudian melimpir bukit-bukit. Jalur Danau Segara Anak – Plawangan Senaru sedikit berbatu dan tanah dengan kondisi menanjak tapi mempunyai pemandangan yang sangat indah seperti di uang Rp 10.000 lama.

Plawangan Senaru – Pos 3 melewati jalur yang menurun dengan kondisi sangat berdebu ketika musim kemarau dan licin ketika musim hujan. Pos 3 – Desa Senaru melewati jalur menurun yang cukup landai dan memasuki kawasan hutan yang sangat rimbun.

Jangan mengeluh ketika melalui jalur-jalur tersebut karena ketika mengeluh perjalanan akan terasa menjadi lebih lama, nikmatilah pemandangan cantik yang dimiliki Rinjani.

 3. Persiapkan Perlengkapan dengan Matang

Perlatan Mendaki
Perlatan Mendaki
Sumber: c1.staticflickr.com

Persiapkan perlengkapan sematang mungkin, jangan sampai ada barang yang tertinggal. Buatlah ceklis barang apa saja yang akan dibawa dan periksa kembali sebelum memasukannya kedalam ransel. kamu juga bisa menggunakan teknik pendakian ultralight hiking 

Jika kamu ingin menyewa peralatan di basecamp booking terlebih dahulu barang yang akan disewa karena ketika musim pendakian sedang ramai biasanya peralatan yang disewakan sudah habis. Tentu kamu tak mau gagal mendaki Rinjani karena tidak membawa perlengkapan bukan?

4. Jangan Langsung Mendaki

istirahat-sejenak
Istirahat
Sumber: amazonaws.com

Ketika sampai basecamp istirahatlah terlebih dahulu sebelum pendakian. Hal ini sangat berguna untuk menyesuaikan kondisi lingkungan. Apalagi kamu yang datang dari luar kota tentu hal ini merupakan suatu kewajiban. Jarak bandara serta pelabuhan yang cukup jauh membuat tubuhmu lelah dengan perjalanan. Jangan memaksakan untuk langsung mendaki jika kamu tidak mau hal yang tak diinginkan terjadi.

5. Memilih Jalur Senaru atau Sembalun

Rute Gunung Rinjani
keterangan gambar
Sumber: wisnuwidiarta.wordpress.com

Tentukan jalur mana yang akan dipilih untuk mendaki Rinjani. Jika tujuanmu adalah puncak, jalur Sembalun merupakan pilihan yang tepat karena jalur tersebut langsung menuju puncak Anjani, tapi jika tujuanmu adalah danau Segara Anak maka pilihlah jalur Senaru karena mempunyai pemandangan yang sangat indah dan mengarah ke Segara Anak. Walaupun terdapat beberapa jalur lain seperti Torean dan Timbanuh tapi jalur Sembalun dan Senaru merupakan jalur yang paling umum digunakan untuk pemula.

baca juga catatan pendakian gunung pulosari

6.Istirahat

Bukit Penyesalan
Bukit Penyesalan
Sumber: dokumentasi pribadi

Jangan gensi untuk mengatakan istirahat kepada teman seperjalanan. Hal tersebut sangatlah penting untuk keberhasilanmu dalam pendakian. Jangan terlalu memaksakan diri karena kondisi fisik setiap orang berbeda-beda. Ketika istirahat di jalur pendakian minumlah secara rutin tapi tak terlalu banyak karena minum terlalu banyak akan membuatmu menjadi lebih cepat lelah.

baca juga: Catatan Pendakian Rinjani

Jangan istirahat terlalu lama karena akan membuatmu semakin malas untuk berjalan dan akan semakin terasa jauh. Ketika istirahat usahakan jangan terlalu sering duduk, biarkan metabolism aerobic yang mengatur kebutuhan energimu bekerja.

Jaga selalu kadar gula darah dalam tubuh. Perlu diketahui otak lebih memerlukan gula dibanding otot, jika otot mengambil kebutuhan gula untuk otak maka kamu dapat merasa pusing dan berkunang. Aku sarankan konsumsi makanan yang mengandung gula setiap 2 jam sekali untuk cadangan energi yang dibutukan tubuh.

7. Bawa Turun Sampah

Gunung bukan tempat sampah
Gunung Bukan Tempat Sampah
Sumber: 3.bp.blogspot.com

Ini merupakan suatu kewajiban bagi para pendaki, jangan tinggalkan sampah ketika kamu mendaki digunung manapun. Ingat tak hanya kamu yang ingin menikmati keindahan Rinjani, jika sudah dipenuhi sampah tentu akan terlihat kumuh dan sangat mengurangi keindahan Rinjani. Jika kamu memakan makanan di perjalanan kantongilah terlebih dahulu sampahnya, jangan sampai dibuang di jalur pendakian. Bawa juga trash bag sebagai wadah sampahmu. Ingatkan juga teman seperjalananmu untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Nah diatas merupakan tips untukmu yang akan mendaki Gunung Rinjani. Semoga pendakianmu dapat berjalan sesuai dengan harapan ya!

 

Leave a Reply