5 Cara Menuju Negeri di Atas Awan Wae Rebo

Wae Rebo

Ketika aku ke Wae Rebo banyak sekali temanku yang bertanya itu dimana sih dan gimana sih cara kesana? Pertanyaan seperti itu muncul berkali kali. Trus dari bandara mesti gimana, naik apa, berapa lama, dengan siapa, dimana, semalam berbuat apa? Loh loh loh. Nah aku mau share cara menuju kesana buatmu yang udah super ngebet banget pengen kesana.

Flores merupakan sebuah pulau di bagian tengah Indonesia nan cantik serta merupakan salah satu pulau favoritku. Banyak terdapat destinasi wisata di Flores, salah satunya adalah Wae Rebo, desa adat ini mendapat penghargaan tertinggi Award of Excellence dari UNESCO untuk kawasan Asia Pasifik pada tahun 2012.

1. Jakarta menuju Labuan Bajo

JKT - Labuan Bajo
Jakarta ke Labuan Bajo
Sumber: Google Maps

Untuk kamu yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya harus menuju Labuan Bajo terlebih dahulu. Perjalanan menuju Labuan bajo dapat ditempuh dengan pesawat sekitar 3 jam. Dari Jakarta terdapat pesawat Garuda Indonesia yang terbang langsung menuju Labuan Bajo. Inget ya menuju Labuan bajo, bukan Labuan hati atau Labuan Labuan lainnya :p

Jika kamu kehabisan tiket Garuda atau ingin mendapatkan harga lebih murah kamu dapat menuju Bali terlebih dahulu kemudian melanjutkan penerbangan dari Bali menuju Labuan Bajo. Penerbangan menuju Labuan Bajo dari bagian barat memang hanya tersedia dari Jakarta dan Bali. kamu juga membaca tips ke Wae Rebo agar persiapanmu semakin matang

2. Labuan Bajo – Ruteng

Labuan Bajo - Ruteng
Labuan Bajo – Ruteng
Sumber: wikimapia

Di Labuan Bajo kamu dapat beristirahat terlebih dahulu, terdapat banyak sekali jenis penginapan dari harga kaki lima sampai harga bintang lima. Dari Labuan Bajo kamu harus menuju Ruteng. Nah terdapat beberapa pilihan transportasi seperti naik travel atau menyewa kendaraan.

Untuk travel ke Ruteng harga bermacam-macan mulai dari Rp 100.000 – Rp 300.000/orang. Harga sewa mobil avanza Rp 500.000 – 700.000/hari sedangkan harga sewa motor mulai dari Rp 70.000 – Rp 120.000/hari.

Jika kamu menyewa motor sebaiknya periksa terlebih dahulu kendaraannya seperti ban dan rem. Bagi yang tinggal di kota besar kondisi ban motor yang sudah botak dianggap tak layak tapi bagi yang menyewakan motor di Labuan Bajo ban tersebut masih sangat layak pakai, bahkan dibilang masih sangat bagus, padahal alurnya aja menurutku sudah tak terlihat jadi model ban balap gitu :p

Perjalanan menuju Ruteng dapat ditempuh sekitar 3 – 4 jam dengan pemandangan berbukit dan persawahan yang sangat mempesona. Kondisi jalan juga bagus dan tak ada macet seperti di Jakarta.  Nah jika kamu naik motor bersapalah dengan anak-anak SD sepanjang jalan menuju Wae Rebo atau sempatkanlah untuk tos terlebih dahulu. Anak-anak disana sangatlah ramah dan baik.

3. Ruteng – Denge

ruteng - denge
Pinggir pantai menuju Denge dan dari kejauah terlihat Pulau Mules
Sumber: dokumentasi pribadi

Dari Ruteng perjalanan masih cukup jauh menuju Wae Rebo. Jika menggunakan travel sampai ruteng perjalanan selanjutnya dapat menggunakan ojek. Harga ojek menuju desa Denge berkisar Rp 150.000 – Rp 200.000 untuk sekali jalan.

Nah jika kamu ingin menyewa kendaraan juga tersedia di Ruteng dengan harga yang sama seperti  di Labuan Bajo. Perjalanan dari Ruteng menuju Denge melewati jalan berbukit – pinggir pantai – jalan berbukit .

Untuk jalan berbukit kondisi jalan cukup bagus sedangkan untuk jalan yang melewati pinggir pantai beberapa titik jalan berlubang dan mulai tergerus air laut. Pinggir pantai disini tidaklah berupa pasir tapi sebuah batu-batu kecil nan indah. Jika kamu sudah dapat melihat Pulau Mules dari kejauhan itu berarti Denge sudah dekat. Perjalanan menuju Denge dapat ditempuh sekitar 3 – 4 Jam.

baca juga catatan perjalanan gunung kelimutu

4. Denge – Pos 1

Jembatan putus menuju Pos 1
Sumber: dokumentasi pribadi

Denge merupakan desa terakhir sebelum menuju Wae Rebo. Untuk yang menggunakan mobil perjalanan hanya dapat dilakukan sampai perkampungan penduduk di desa Denge karena terdapat jembatan putus yang tak dapat dilalui oleh mobil.

Untuk yang menggunakan mobil dapat menyewa ojek dari perkampungan desa Denge sampai jembatan terakhir dekat pos 1 dengan biaya Rp 20.000 – Rp 40.000 sekali jalan. Jika berjalan kaki dari perkampungan desa Denge menuju pos 1 membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Sedangkan yang menggunakan motor dapat melanjutkan perjalanan sampai jembatan terakhir dekat pos 1. Bisa parkir disana yang terdapat rumah warga dan bilang aja “mau ke wae rebo pak”. Sang bapak tak meminta uang parkir tapi, aku memberikan saja seikhlasnya.

5. Pos 1 – Wae Rebo

Pos 1 Wae Rebo
Pos 1
Sumber: dokumentasi pribadi

 

Dari pos 1 kamu harus berjalan kaki menuju Wae Rebo karena hanya terdapat jalan setapak. Perjalanan dari pos 1 – pos 2 melalui jalan berupa hutan yang menanjak dengan jarak tempuh sekitar 2 – 3  jam.

Pos 2 merupakan tempat pemandangan nan indah dimana kita dapat melihat desa Denge dari kejauhan jika cuaca sedang bagus. Dari pos 2 perjalanan masih berupa hutan dan mulai memasuki perkebunan kopi warga Wae Rebo. Kondisi jalan sudah datar dan mulai menurun.

Baca juga catatan perjalanan rumah pengasingan bung karno di Ende

Kemudian sebelum memasuki Wae Rebo terdapat rumah kasih ibu dimana kita harus membunyikan kentongan. Kentongan ini menandakan terdapat tamu yang akan mengunjungi Wae Rebo.

Jarak tempuh dari pos 2 – Wae Rebo sekitar 1 jam.  Dan akhirnya tiba juga di Wae Rebo… eits tapi ketika sampai di Wae Rebo kamu harus melaksanakan upacara adat terlebih dahulu baru kemudian boleh berkeliling dan berfoto.

Selamat datang di Wae Rebo dan Selamat menikmati kopi Wae Rebo yang merupakan kopi terbaik dikelasnya!

 

rumah kasih ibu
Rumah Kasih Ibu
Sumber: dokumentasi pribadi

Catatan

– Total waktu yang dibutuhkan dari Labuan Bajo – Wae Rebo sekitar 8-11 Jam. Jika menyewa kendaraan sebaiknya istirahat yang cukup karena perjalanan cukup menguras tenaga

– Jika menyewa kendaraan sebaiknya membeli bensin di Labuan Bajo, Sumur, atau Ruteng karena jarang sekali pom bensi, kecuali jika kamu ingin membeli bensin eceran yang cukup banyak di sepanjang jalan

-Sebelum berangkat makan terlebih dahulu di Labuan Bajo karena di sepanjang jalan jarang sekali yang berjualan makanan. Ketika sampai di Denge juga makan terlebih dahulu karena setelah itu tak ada lagi yang berjualan

– Terdapat persimpangan dengan plang menuju wae rebo sebelum Ruteng, sebaiknya jangan belok disana karena kondisi jalan cukup hancur dan berlubang kecuali kamu ingin mengunjugi Desa Todo terlebih dahulu.

– Jika menggunakan google maps kamu tak dapat menemukan wae rebo tapi  cari saja geraja St. Petrus dan Paulus Denge

– Jika membawa motor dapat parkir sebelum di jembatan pos 1 di rumah warga

14 Replies to “5 Cara Menuju Negeri di Atas Awan Wae Rebo”

  1. Wah makasih banget tips nya. Jadi kepengen juga ke waerebo, tpi masih nabung dulu.
    Berarti kalau pake motor aman ya ke sana? Terus, selama di perjalanan banyak petunjuk jalan kan ya untuk menuju ke sananya atau banyak warga yang bisa ditanya gitu?

    1. Motoran aman kok bro, petunjuk ngga terlalu banyak sih dan banyak warga kok yang bisa ditanya sepanjang perjalanan. Semoga bisa cepat kesana bro!

  2. Naik ke waerebo ga pakai guide tour gpp bro? Bisa kita naik sendiri ya tanpa harus minta porter di denge? Soalnya di blog lain katanya wajib pakai pemandu/guide untuk naik ke waerebo

    1. Halo Mas Prasto salam kenal!
      Iya naik ke Waerebo gapapa kok tanpa guide, jalannya juga jelas kok asal berani aja tapi aman kok tenang hehe

  3. Paulus Tandi Bone says: Reply

    Makasih info dan tipsnya, klo mau masuk tadi dibilang harus upacara adat dulu, nah itu bagemana lagi apa yg harus disiapkan ? Makasih

    1. Ngga perlu nyiapin apa-apa kok bro Tandi, hanya membayar uang secara sukarela aja

  4. Hello Itsnain/Nain. Tanjakan dari Pos 1 ke Pos 2 itu terjal banget nggak?
    Kalau orang semi-cacat yang harus jalan pelan2 bisa nggak?
    Kalau mau istirahat dulu sebelum balik besoknya, ada nggak penginapan di Wae Rebo?

    1. Hallo kak Ia, ngga terlalu terjal kok jadi bisa jalan pelan-pelan. Bisa nginep kok di Wae Rebo nya yang udah disediakan

  5. Coral Samudra says: Reply

    Hallo kakak saya planning ke waerebo tahun depan. Mau tanya kakak kemaren sewa motor dari labuan bajo ya? Sendirian atau gimana? Perjalanan 8-11 jam itu naik motor dari labuan bajo? Berangkatnya jam berapa kak supaya hari yang sama bisa sampai di waerebo? Klo saya cewek pergi sendirian amankah?

    1. Hallo kak Coral, iya aku sewa motor dari bajo. Aku pernah sendirian sama berdua sama temen motoran kesana. Berangkatnya dari bajo jam 7 pagi, aman kok kak flores. Selamat mencobaa!

  6. Coral Samudra says: Reply

    Wah gitu ya kak jadi semangat. Maaf nanya lagi ya. Lama perjalanannya berapa jam ya kak? Itu kakak nginep gak di waerebo? Temenku bilang katanya jangan nginep kalau gak mau mahal. Tapi menurutku udah lelah di perjalanan masa iya sih gak nginep. Mohon pencerahannya kak.

    1. Lama perjalanan naik motor+trekkingnya sekitar 8-10 jam. Iyap betul nginep di Wae rebo. Menurutku malah nginep karena suasana malem dan pagi-paginya yang bagus banget untuk menikmati keindahan Wae Rebo serta ngobrol-ngobrol langsung dengan orang Wae Rebo

  7. Akbar nurrohman says: Reply

    Maaf bang mau nanya, itu klo dari ruteng ke waerebo ambil ke arah mana ya? Soalnya gua liat di maps malah bingung sendiri

    1. Halo kak, ambil ke kanan. Di Ruteng nanti ada kok petunjuknya kemana hehe

Leave a Reply